Selayang Pandang

لَقَدْ جَاءكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِالْمُؤْمِنِينَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ


Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mu'min. (QS. at-Taubah:128)


 Amatlah besar rasa cinta dan kepedulian Rasulullah SAW kepada umatnya.  Hingga jelang wafatnya pun beliau masih menyebut2 umatnya.


Sahabat, tak pantas cinta yang teramat agung dibalas dengan penghianatan.  Rasulullah meninggalkan petunjuk, yaitu Alqur'an dan Al hadist untuk kita jadikan pedoman dalam 'menikmati' jatah hidup di dunia.  Sudahkan kita berpegang teguh pada dua petunjuk peninggalan Rasul ini?


Jika demikian besar cinta Rasul kepada kita, maka sewajarnya pula kita menempatkan cinta kepada Rasulullah SAW sebagai cinta kedua (setelah cinta Allah SWT).


Mari ikuti sunnahnya serta memperbanyak membaca shalawat sebagai bukti cinta dan rasa syukur atas kehadirannya yang telah membawa cahaya di dunia.  Semoga kita semua termasuk ke dalam golongan orang-orang yang akan mendapat syafa'at, dan berkumpul dengan Rasulullah SAW di jannahNya.


Orang yang kikir adalah seseorang yang mendengar namaku disebut, tetapi dia tidak mau membaca shalawat kepadaku.” (HR Ahmad).